Tuesday, 20 October 2015

DORMANSI BENIH

Suatu benih dikatakan dormansi apabila benih itu sebenarnya viable (hidup). tetapi tidak mau berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahannya, periode dormansi ini dapat berlangsung musiman atau dapat juga selama beberapa tahun, tergantung pada jenis benih dan tipe dormansinya. Dormansi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: impermeabilitas kulit biji terhadap pengaruh mekanis, embrio yang rudimenter,  "after ripening" dormansi sekunder dan bahan-bahan penghambat perkecambahan. tetapi dengan perlakuan khusus maka benih yang dalam dormansi dapat dirangsang untuk berkecambah, misal: perlakuan stratifikasi, direndam dalam larutan asam sulfat dan lain-lain.

 salah satu buah yang memilki cairan dormansi pada benih


banyak zat yang diketahui dapat menghambat perkecambahan benih yang dikenal antara lain zat coumarin yaitu yang terdapat dalam buah tomat, ada dua faktor penting yang mempengaruhi perkecambahan yaitu faktor luar dan faktor dalam, faktor luar diantaranya air. Air merupakan salah satu syarat penting bagi berlangsungnya proses perkecambahan benih. Dua faktor yang mepengaruhi penyerapan air oleh benih adalah: a. sifat dari benih itu sendiri terutama kulit perlindungannya dan
           b. jumlah air yang tersedia pada medium disekitarnya.
faktor dalam diantaranya dari tingkat kemasakan benih itu sendiri. Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memilki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna. Pada umumnya sewaktu kadar air biji menurun dengan cepat sekitar 20%. maka benih tersebut juga telah mencapai masak fisiologis atau masak fungsional dan pada saat itu benih mencapai berat kering maksimum (vigor) dan daya kecambah maksimum (viabilitas) atau dengan kata lain benih mempunyai mutu tertinggi.