Thursday, 12 November 2015

CERITA DORMANSI

Waktu itu dimana aku mulai kulyah masuk semester tujuh, dimana aku harus menempuh 21 sks dari mata kulyah yang ada. Kulyah bukanlah target utama dalam cita-cita ku, melainkan kulyah aku anggap sebagai batu loncatan agar aku dapat memiliki karir untuk masa depan kelak.
Yang paling unik pada kampus ku adalah bentuk kampus yang sangat mungil seperti balita yang memiliki pipi tebal sehingga siapapun yang melihatnya bakal tertarik untuk mencubitnya, itulah kampus ku, ku cinta dan ku banggakan. Salah satu yang paling kusuka dari kampus ini adalah semua mahasiswa wajib mengenakan pakaian seragam yang sudah ditentukan oleh peraturan kampus, sehingga mahasiswa tak perlu banyak pakaian untuk mengikuti kulyah sehari-hari.
Salah satu keunggulan dari mengenakan seragam kampus adalah pakaian tidak akan kelihatan kotor meski tidak dicuci selama tiga hari asal tidak main dilumpur juga sih, juga tidak perlu membeli banyak pakaian untuk dipakai ke kampus dan aku terlihat lebih awet muda, karena seragam ini lebih mirip dengan anak SMA, yang selanjutnya adalah mahasiswa terlihat apa adanya karena seragam ini sangat tidak cocok untuk ditambah aksesoris tubuh seperti menggunakan kalung, sepatu hak tinggi, dan model gaya yang lainya.
Salah satu yang menjadi tempat nongkrong favorit ku adalah perpusatakan kampus, alasanya karena ketika aku membaca buku yang ada diperpustakan, terasa jendela dunia ini sedang dibuka dan seolah alam semesta sedang menunjukan bahwa banyak harta karun yang belum ditemukan, dan sampai saat ini semua orang sedang mencari rahasia tersebut dan harta karun tersebut adalah PENGETAHUAN.

Menjadi mahasiswa tidaklah sembarangan karena tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Setiap orang pasti memiliki mimpi dan cita-cita yang sangat mulia, meskipun banyak dari mimpi tersebut hanyalah bayangan semata atau cita-cita yang terpaksa yang terbawa sejak kecil karena sering ditanya oleh sahabat tentang mau jadi apa ketika besar nanti. Sehingga banyak disimpulkan ketika anak-anak sedang ditanya tentang cita-cita mereka sering menjawab ingin menjadi pilot, polisi, dan dokter.
Salah satu yang menjadi ciri khas mahasiswa adalah sering makan terlambat dan dan tidak suka dengan makanan yang lebih enak pada akhir bulan, alasanya Cuma sedikit mahal aja sih... kemudian Yang menjadi lebih keren bagi seorang mahasiswa adalah sifat gengsinya yang sangat tinggi, artinya suka bayarin makanan bareng pacar meskipun kantong sudah karam kedasar celana. Selain itu mahasiswa sering mencari tempat nongkrong di kafe dengan bermodal pakaian rapih serta membawa laptop yang tujuannya untuk bersantai dengan menikmati wifie gratis serta ditemani secangkir kopi panas agar awet ketika diminum dan untuk menghindari pergeseran kursi dengan pengunjung yang lain.
Persahabatan seorang mahasiswa tidaklah selalu baik, terkadang saling membutuhkan, terkadang saling mengingatkan dan terkadang saling menghindar satu dengan yang lain. Asalanya adalah banyak sahabat yang terlihat sangat akrab ketika mereka sedang tidak meminta bantuan satu dengan yang lain. Setelah ekonomi mahasiswa mulai surut maka angin akan menghembus mereka satu persatu sehingga terbang seperti debu yang tak terlihat tapi sangat pedih bila terkena mata. Hal tersebut sangatlah wajar karena kebanyakan dari mahasiswa mengalami hal itu, ekonomi akan berubah secara otomatis seperti iklim pada umumnya, diawal bulan maka iklim akan menjadi terang sedangkan di akhir bulan maka iklim akan semakin redup bahkan menjadi gelap apabila tidak terjadi pembaharuan dari pihak-pihak yang berkepentingan, contohnya seperti kiriman uang dari orang tua sih..
Tugas kulyah yang merupakan sebagai tanggung jawab seorang mahasiswa sudahlah ada dari jaman nenek moyang dahulu yang pernah mengalami kulyah. Sehingga mahasiswa tidaklah kaget dengan kata tugas, artinya tugas tersebut dapat dikerjakan, dapat dilupakan, dan dapat diulang pada semester yang akan datang.
Dosen merupakan pemateri yang harus didengarkan, diperhatikan, dituakan di kelas dan tidak untuk dilupakan. Terkadang terdapat dosen yang sangat menyenangkan bagi mahasiswa karena gurauannya dan materi yang disampaikan sangat menarik. Dosen akan menjadi guru idaman bagi mahasiswa apabila jarang masuk kelas, tidak memberikan tugas, serta cepat bergegas pulang lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.
Masa paling menegangkan bagi mahasiswa adalah ketika akan menghadapi ujian akhir semester, karena disitulah akan terjadi proses pembaharuan yang sangat besar- besaran dimulai dengan jarak kursi yang mulai merenggang, pengawas yang menegangkan, dan soal ujian yang membingungkan. Hal seperti ini akan menambah sifat yang kreatif bagi mahasiwa, contohnya keluar atau pergi ke toilet secara bergantian. Meminjam tipek meski tidak ada yang salah pada jawaban, dan jatuhkan pena agar pengawas fokus pada satu mahasiswa saja.
Pengawas ujian lebih sering berjalan melewati mahasiswa yang kelihatanya mencurigakan artinya mahasiswa yang bertingkah konyol. Mungkin seperti manusia akan penyebrang jalan raya tengok kanan dan kiri sebelum menyebrang, atau seperti ayam yang gak perlu melihat kanan dan kiri sehingga tetap jalan terus walaupun terlihat oleh pengawas, meskipun ya akhirnya harus dipindahkan ke kursi tahanan paling depan sih atau tanpa teguran tapi menjadi catatan diatas kertas putih dibawah tinta merah pengawas ujian.
Pengawas yang paling berpengaruh saat mengikuti ujian adalah adanya pengawas perempuan yang sebelumnya tidak pernah dikenal dan tentunya masih singgle. Hal ini akan menimbulkan sikap dewasa bagi mahasiswa secara otomatis dan spontan seketika. Artinya ketika menjawab soal, mahasiswa lebih menjaga sikap dan bergaya lebih keren serta bersikap lebih sopan dari sebelumnya. Karena disinilah pengawas akan menilai kedewasaan mahasiswa dan mengagumi ketika mahasiswa merasa tenang mengerjakan soal serta dipandang lebih cerdas oleh pengawas meskipun antara soal dan jawaban agak menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya.
Semakin berjalanya waktu dan jam dinding pun terus memutarkan jarumnya tetap ke arah kanan yang artinya bahwa waktu tidak akan mundur melainkan akan tetap terus maju apapun yang akan terjadi. Seketika membuat aku berfikir untuk mencari pasangan hidup yang akan mendampingi dalam langkah karir kesuksesan ku.
Banyaknya mahasiswa yang ada di kampus, tidak ada satupun yang dapat menyentuh hati, mungkin sikap ku yang terlalu cuek dan lebih nyaman kalau menyendiri, atau mungkin aku bukan lelaki idaman bagi para wanita yang ada dikampus. Beruntunglah disaat aku mengikuti ujian akhir semester tujuh, karena disitu aku dapat bertemu seorang wanita yang tepatnya adalah pengawas ujian dikelas itu.
Tatap mata yang tajam dan cara bicara dengan intonasi yang lembut merasa aku terbawa tiupan angin yang seolah tidak tau kemana arahnya. Waktu itu aku sedang menjawab soal yang telah dibagikan oleh pengawas sebelumnya, dan tiba diwaktu ujian tengah berlangsung hand phone dari salah satu teman ku disita oleh pengawas karena terlihat menggunakan HP disaat ujian sedang berlangsung. Mulai dari situ muncul sebuah ide dalam benah hati supaya Hp ku ikut disita juga. Ketika mahasiswa yang lain sedang melanjutkan ujian, tergeraklah tangan ku menuju kantong dan mengambil sebuah HP kemudian aku buka aplikasi blackberry masanger lalu undang melalui pin. Setelah itu aku mainkan Hp untuk mencari perhatian pengawas tersebut dan ketika pengawas itu melihatnya maka langsung dimintanya HP ku dan setelah melihat Hp yang saya gunakan tersebut, ternyata isinya hanya undangan pin melalui bbm maka terkejutlah pengawas dan memberikan pin BBM nya ketika ujian telah usai. Sikap ku yang sangat meresahkan bagi teman-teman saat ujian ternyata menghantarkan aku untuk mengenal dengan seorang wanita
Mencari pasangan hidup saat menjadi mahasiswa tidaklah mudah karena begitu banyak faktor yang menghambat seperti persaingan dengan kaum yang lain atau ekonomi yang beda tinggi dengan para pesaing, sehingga tidaklah jarang cinta itu datang hanya sekejab dan dapat hilang begitu saja. diterima atau ditolak saat menembak wanita adalah dua kata yang sering membuat perubahan sikap seorang mahasiswa antara bahagia bila diterima dan akan galau maximum bila ditolak.       
Sebuah gelar sarjana adalah wujud tanggung jawab seorang mahasiswa terhadap kedua orang tua. Dari kata itu akan muncul sebuah kelegaan besar bagi orang tua karena seorang anak mampu mengemban tanggung jawab yang telah diserahkan sepenuhnya saat menjadi mahasiswa. Tak jarang semua orang dapat memiliki kesempatan yang sama yaitu menjadi seorang mahasiswa.
Hidup tanpa perjuangan bagaikan negara yang merdeka tanpa berperang. aku sangat bersyukur dengan apa yang telah aku terima hingga saat ini, karena itu aku sangat menyadari bawasanya tidaklah pantas aku untuk mengeluh ketika banyak orang yang menginginkan hidup seperti aku.
Sikap dan karakter setiap mahasiswa sangatlah berbeda-beda ada yang suka menyendiri, ada yang suka keramaian bahkan ada yang suka berduaan saja, ada yang dibilang teman sejati, ada juga yang dibilang teman tapi mesrah adapula yang kelihatanya teman tapi gak tau namanya siapa. Tapi apapun itu teman adalah teman apapun itu bentuknya. Mau yang miskin, jelek, kaya, ubanan, jerawatan, pesek, cenong, mancung, kriting, dan lain sebagainya. Semua itu adalah ciptaan Tuhan jadi harus di syukuri dan gak boleh milih-milih untuk berteman, karena teman gak boleh dibeli atau dituker apalagi dibuang.
Cinta mahasiswa menurut ku unik juga sih, apalagi ada yang pacaran dengan teman sekelas artinya tidak perlu susah payah ketika mau kulyah, kan jadinya bisa nugas bareng, berangkat kulyah bareng, duduk bareng, asal jangan pacaran untuk bareng-bareng. Kalau pacaran Cuma untuk bareng-bareng, lihat aja rumah makan prasmanan semua boleh di cicip meskipun harus bayarnya mahal, kan kasian tuh pacaran bareng-bareng seperti beli tiket juga dong, siapa cepat dia dapat, dia dapat karena gak terlambat, dia terlambat maka cintanya jadi tidak dapat. Tapi tenang aja sih, sudah kata orang sejak dahulu kalau jodoh itu tidak kemana.
Ada juga mahasiswa MACIRE alias Mahasiswa Cinta Receh dari sini kepedulian ku terhadap uang receh sangat tinggi, orang bilang sih seribu tanpa seratus perak gak akan jadi serubu. Sehingga uang receh sangat diperlukan agar tidak punah dari habitatnya. Rata-rata setiap anak kost kebanyakan ngumpulin uang receh di kamarnya alasanya sih kalau ditanya untuk koleksi doang, tapi faktanya akhir bulan ditukerin juga.. bilangnya karena jatah bulanan telat. Selain itu uang receh dapat memberikan motivasi pada diri sendiri karena banyak buku mengatakan hargailah yang terkecil maka akan mendapatkan yang besar. Menghargai uang receh berarti akan mendapatkan yang kertas, kurang lebih seperti itu kalimatnya, ya setidaknya fotokopi tugas gak perlu mecahin uang kertas lagi.
Pernah kebayang pada benahku, Kalau bulan bisa ngomong mungkin matahari akan ngomong juga, menurut ku sih kalau akifitas mahasiswa lebih cinderung pada malam hari dari pada siang hari. Nah kalau Bulan boleh bicara bawasanya banyak mahasiswa suka nongkrong pinggir jalan, game online, bilyar coret muka atau rayain ulang tahun teman pada malam hari, kan bakalan terbongkar sama bulan. Dari pada siang hari yang terlihat bahwa mahasiswa terlihat kulyah sungguh-sungguh jalan kaki, kepanasan dan ngerjain tugas kelompok dimana-mana. Artinya aktifitas mahasiswa lebih banyak positif di siang hari dari pada malam hari. Bulan tau buruknya dan matahari tahu baiknya saja. Meskipun tetap saja masih ada awan yang menutup-nutupi keburukan mahasiswa dan bintang-bintang yang menutupi kebaikan dimalam hari.
Aku sih orangnya paling suka cari tantangan, karena menurutku dari sebuah tantangan akan muncul ide-ide dan memicu kebranian agar aku dapat menyelesaiakn tantangan tersebut. Contohnya macam main catur, monopoli dan Clas of Cland, selain memicu kesabaran juga lebih sedikit untuk resiko cidera fisik dari pada tantangan panjat tebing, arum jeram, mendaki gunung atau poin ball. Ya meskipun itu lebih menantang sih. Aku suka olah raga (GYM) bukan berarti hobby adan pandai dalam bidang itu, tapi lebih suka aja perhatikan cewek olah raga, ada yang gemuk pingin kurusin badan, ada juga yang kurus ingin lebih berisi ada juga yang Cuma iseng pamer rambut, libas kanan dan kiri. Mungkin itu semua sudah menjadi tradisi atau mungkin karena perkembangan jaman, teknologi dan gaya mempengaruhi kehidupan manusia.
Selain aku hobby olah raga kegiatan yang sering aku lakukan di kost adalah nonton film di laptop. Selain untuk menghibur, nonton juga akan menambah motivasi agar lebih semangat, tapi tergantung dengan film yang kita tonton juga sih, kalau filmnya eksion akan menjadikan aku lebih berani untuk mlakukan sesuatu atau hal-hal yang belum pernah aku lakuin sebelumnya, kalau filmnya drama akan menjadikan aku lebih kepada hayalan, seperti ibadah di gereja dan akan berharap datang seorang wanita duduk disebelah ku ketika aku usai menaikan doa dan membuka mata, dan kalau filmnya komedi akan menjadikan aku lebih kepada kegembiraan yang tiada batas. Artinya aku akan melakukan hal-hal yang konyol yang gak masuk akal dan yang jarang dilakukan oleh orang lain tujuanya adalah untuk menghibur diri sendiri dan membuat ketawa orang lain. Apapun yang saya lakukan setiap harinya otomatis akan mempengaruhi gaya hidupku entah menjadi dewasa atau malah jadi seperti anak-anak yang pasti aku akan melakukan hal-hal yang positif yang bikin aku seneng dan tidak mengganggu kehidupan orang lain. Faktor untuk mendukung film adalah sebuah makanan yang tidak mahal sering ditemui dimana saja dan digemari oleh mahasiswa beliau adalah mie instan, selain bentuknya yang imut alias kriting berbentuk kotak persegi juga rasanya yang khas dari setiap bumbu ketika disedu dan akan membuat mata lebih terbuka dan akan lebih membuat konsentrasi saat menonton film. Mungkin gak semua orang menyukai mie instan tapi bagi aku mie instan adalah teman yang baik yang mengerti disetiap kondisi dimana kantong setiap baju dan celana mulai menyusut dengan sendirinya.
 Selama aku jalani kulyah sepertinya tidak banyak motivasi mahasiswa untuk kulyah karena ingin mencari ilmu, banyak alasan lain kenapa mereka ingin kulyah, salah satunya dari pada gak kulyah, nganggur dirumah, cari gelar diploma atau sarjana, cari pasangan hidup atau emang benar-benar ingin mencari ilmu dan menambah pengetahuan. Sehingga tidak sedikit alasan bawasanya ada yang kulyah gak selesai bisa jadi putus disetiap semester, titip absen saat kulyah dan sedihnya pada bawa pulang ijabsah bukan ijasah. Tetapi dari semua itu mungkin emang takdir sudah digariskan meskipun nasib bisa kita ubah.
Mungkin saat yang aku tunggu-tunggu adalah acara wisuda dimana semua mahasiswa akan menyandang gelar sarjana dengan topi toga warna hitam dan ditemani juba yang sangat menyeramkan bagaikan malaikat yang datang mengambil ijasah, semua itu hasil usaha mahasiswa karena sudah bisa melewati pelajaran disetiap semester dengan baik. mungkin yang akan menjadi sedihnya bagi mahasiswa adalah saat wisuda karena akan berpisah dengan teman satu angkatan dan berpisah dengan dosen penguji skripsi yang sangat menggemaskan, yang jadi momok adalah ketika keluar dari gedung dengan badan terasa lebih tegap bagaikan seorang kapiten yang mempunyai pedang panjang sampai-sampai tidak ada bunga yang menghampiri hanya ucapan selamat saja dengan senyuman yang manis dan mata sipit karena terik sinar matahari yang begitu menyengat. Sedikit dimaklumi, Ya mungkin karena ekonomi mereka sedang krisis sehingga bunga terasa lebih mahal dari sebuah plastik mie instan. Tapi bukan masalah ucapan atau bunga yang orang berikan tetapi bagaimana ucapan syukur kita terhadap Tuhan dan orang tua karena sudah mempercayai untuk menjadi seorang mahasiswa dan sampai diakhir panggung spektakuler dengan gelar sarjana.
Mmmm,,,, tetapi Perjuangan belum selesai tetapi baru dimulai, karena pekerjaan bisa dicari atau kita yang dicari oleh pekerjaan. Selamat menempuh sebagai pejuang baru untuk bangsa dan negara ini semoga lebih baik dari sebelumnya, dan kita adalah generasi revolusi untuk kini dan nanti.

Penulis : Wiji Santoso