Saturday, 17 October 2015

KADAR LENGAS TANAH



Pengertian kadar lengas sedikit perbedaan dengan kadar air. Kadar lengas tanah mencakup air dan bahan-bahan yang terlarut di dalamnya sedangkan kadar air tanah mengandung pengertian air murni yang terkandung dalam tanah. Dalam kenyetaannya,
Lingkup lengas tanah adalah petunjuk umum tentang keadaan lengas tanah. Secara kasar menunjukan tanah berada dalam keadaan kering atau lembab berdasarkan keadaan dalam penggal baku tanah (Soil ontrol ection), yaitu mintakat antara jeluk 10 dan 30 cm dalam tanah lempungan atau antara 30 dan 90 cm dalam tanah pasiran.
Penetapan kadar lengas tanah dapat dilakuakn secara tidak langsung atau langsung. Metode langsung diartikan sebagai metode dimana air dikeluarkan dari sampel misalnya melalui evaporasi selanjutnya jumlah air yang dikeluarkan tersebut ditentukan. Cara yang paling umum digunakan dalam menentukan jumlah air yang dikeluarkan adalah dengan mengukur kehilangan berat sample (Gardner,1986).
Penetapan kadar lengas secara tidak langsung dilakuan dengan mengevaluasi perubahan sifat-sifat bahan yang berkorelasi dengan keberadaan air di dalam tanah. 

Pembahasan
Pada praktikum ini diamati kadar lengas suatu jenis tanah. Kadar lengas itu sendiri adalah kandungan uap air yang terdapat pada pori tanah. Dalam praktek keseharian antara pengertian lengas tanah adalah air dalam bentuk campuran antara gas dan cair. Faktor-faktor kandungan lengas dalam tanah dipengaruhi oleh analisis iklim, kandungan bahan organik, dan bahan penutup tanah (organik maupun anorganik).
Didalam bidang pertanian, pemahaman tentang kadar lengas sangat penting karena lewat proses pengaturan lengas ini akan dikontrol juga serapan hara dan pernapasan akar-akar tanaman. Dari kadar lengas juga dapat diketahui kapasitas lengas maksimum suatu tanah. Manfaatnya adalah dapat digunakan untuk menduga kehilangan air selama pengairan dan daya simpan lengas juga dapat diketahui.
Kadar lengas dapat diketahui dengan menggunakan berbagai macam metode, antara lain: gravimetris, tensiometer, pancaran neutron, dan kalsium. Metode ini masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Metode gravimetris yaitu menghitung selisih berat lengas antara sebelum dan setelah dikeringkan, namun dalam pemakaiannya timbangan harus sensitive karena diperlukan ketelitian yang tinggi dalam baca data agar hasil tidak salah dan menyimpang. Untuk itulah, diperlukan timbangan yang sama untuk a,b, dan c dalam menimbang berat, keunggulannya harganya murah dan dalam menentukan nilai berat suatu percobaan akan lebih cepat. Metode tensiometer yaitu mengkalibrasikan antara ketinggian air raksa dalam kelemahannya yang terdesak oleh air dalam tanah dengan kurva standard, kelemahannya adalah harus dengan kurva standard dan butuh waktu lama dalam pengukurannya. Keunggulannya dapat melihat fluktuasi air tanah. Pancaran neutron digunakan untuk menghitung partikel neutron yang tertabrak oleh air tanah dan tercatat oleh detektor tetapi detektor harus sensitif dan harganya sangat mahal, kelebihan yang dimiliki adalah metode ini hasilnya sangat rinci. Metode kalsium adalah kandungan lengas terukur yaitu tekanan yang dicatat oleh manometer akibat desakan gas hasil reaksi antara bahan karbit dengan air tanah, dan lain-lain, kelemahan dari metode ini, kadar yang kecil tidak dapat terdeteksi dan keunggulannya murah. Serta dapat dilakukan langsung dilapangan, dari semua metode yang digunakan dalam praktikum pengukuran kadar lengas ini adalah metode gravimetris. Alasannya karena metode ini lebih cepat dan murah. Akan tetapi penimbangannya harus dilakukan seteliti mungkin sebab jika terjadi kekeliruan dalam penimbangan maka hasil akan menyimpang dari tensi. Jenis tanah yang dibandingkan adalah tanah Entisol, Alfisol,Rendzina,Vertisol, dan Ultisol.
Dari hasil praktikum didapat pada ukuran tanah Ф 0,5mm, kadar lengas tertinggi pada tanah Ultisol, sedangkan yang terendah terdapat pada jenis tanah Entisol. Untuk tanah Ultisol kadar lengas rata-rata kedua ulangan adalah 13,59% , sedangkan kadar lengas kedua ulangan tanah Entisol adalah 1,41%. Untuk jenis tanah yang lain adalah Vertisol, Rendzina, dan Alfisol adalah masing-masing 11,59% , 13,27%, dan 8,62%.
Pada ukuran tanah Ф 2mm, kadar lengas tertinggi terdapat pada tanah Rendzina 13,20% sedangkan yang terendah terdapat pada jenis tanah Entisol 1,85% . Untuk jenis tanah yang lain, kadar lengas rata-rata yang dimiliki yaitu Vertisol, Alfisol, dan Ultisol adalah masing-masing 10,702%, 9,07%, dan 8,98%.
Pada pengamatan terakhir yaitu pada tanah bongkah, kadar lengas tertinggi pada tanah Rendzina yaitu 13,16% dan terendah adalah tanah Entisol yaitu 1,98%. Untuk jenis tanah yang lain adalah Vertisol 11,36%, Alfisol 7,23%, dan Ultisol 10,3%.
Faktor yang menyebabkan kadar lengas Entisol rendah karena umur tanah yang relatif muda sehingga kandungan organik dan lempung belum terbentuk secara mencukupi. Entisol juga merupakan tanah yang memiliki kandungan lempung rendah dan didominasi oleh pasir. Entisol memiliki tekstur yang kasar dan ukuran butir tanahnya besar menjadikan luas permukaan jenis tanah tersebut sempit, sehingga kemampuannya untuk mengikat air juga rendah. Pada Entisol, sifat fisiknya lebih mendekati kaolinit daripada montmorrilonit. Kontak air dengan tanah rendah karena permukaan kontak antara tanah pasiran didominasi pori-pori makro 1. Oleh karena itu, air yang jatuh mengalami perkolasi dan air kapiler mudah lepas karena adanya evaporasi.
Pada Rendzina diperoleh nilai KL pada tanah dengan Ф 0,5mm sebesar 13,27%, Ф 2,0mm sebesar 13,20% dan bongkah tanah sebesar 13,16%. Hal ini disebabkan karena Redzina merupakan tanah dengan perkembangan horizon permukaan kaya akan bahan organik yang membentuk epipedon molik diatas bahan induk kapur, yang memiliki tekstur lempungan dan mengandung sifat porositas tinggi, sirkulasi udara kurang lancar dan mempunyai kemampuan menyimpan air dan hara yang tinggi.
Pada Alfisol, nilai KL yang diperoleh pada Ф 0,5mm adalah 8,62%, pada Ф 2,0mm adalah 9,07%,dan pada bongkah adalah 7,23%. Alfisol memiliki kadar Fe yang tinggi dan bahan organik yang rendah sehingga berwarna merah mengkilat, bereaksi alkalis, bertekstur geluh dan mengandung konkresi Ca dan Fe. Biasanya bahan induk tanah Alfisol ini kaya akan kapur dan mengandung konkresi kapur dan besi, sehingga diduga tempat terbentuknya dalam keadaan arid dan semi arid dengan sifat semihumid. Sehingga tingkat permeabilitasnya tinggi ciri tanah ini mudah diolah, permeabel, dan memiliki kadar air yang cukup tinggi dan jenis tanah Alfisol ini memiliki kandungan debu dan lempung yang dapat menahan dan menyimpan air.
Nilai KL pada Ultisol dengan Ф 0,5mm adalah 13,59%, Ф 2,0mm sebesar 8,98% dan tanah bongkah 10,3%. Ultisol ini terakumulasi dari lempung dengan kandungan basah yang rendah dan biasanya lembap. Ciri umum tanah ini adalah tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gumpal lemah dan konsistensi gembur. Jenis Ultisol merupakan tanah dengan struktur remahan sehingga kemampuan menahan air dalam tanah lebih lama dibanding tanah yang bertekstur pasiran.
Jenis Vertisol merupakan tanah lempung berwarna kelam yang bersifat fisik berat. Ciri tanah ini sebagai berikut : mengandung kapur, koefisien pemuaian dan pengerutan tinggi jika dirubah kadar airnya, konsistensinya liat, bahan induk kedap air. Kandungan bahan organik antara 1,5 sampai 4%. Jenis lempung yang terbanyak montmorilonit, sehingga mempunyai daya adsorbsi tinggi, dalam pengujian kadar lengas dengan tanah Ф 0,5mm adalah 11,59%, Ф 2,0mm adalah 10,702% dan bongkah tanah sebesar 11,36%. Oleh karena jenis tanah ini mempunyai daya adsorbsi tinggi maka ketika disiram air pada tanah ini air tidak langsung merembes tapi sebagian tersimpan dalam pori tanah.
Dari hasil pengamatan dapat terlihat bahwa kadar lengas pada masing-masing jenis tanah berbeda satu sama lainnya. Untuk ukuran Ф0,5mm urutan kadar lengas terkecil sampai tertinggi adalah Entisol < Alfisol < Vertisol < Rendzina < Ultisol. Untuk Ф2mm dari yang terkecil sampai yang tertinggi adalah Entisol < Ultisol < Alfisol < Vertisol < Rendzina. Untuk tanah bongkah urutan dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah Entisol < Alfisol < Ultisol < Vertisol < Rendzina.
Kadar lengas berbagai jenis tanah dapat berbeda dengan teori disebabkan oleh faktor relief yang berpengaruh pada kecepatan tanah dalam kehilangan lengasnya. Selain itu disebabkan oleh faktor curah hujan yang berhubungan dengan evaporasi yang membuat tanah mengalami deficit kadar lengas maupun surplus dan juga dipengaruhi faktor kandungan bahan organik dan lempung berperan dalam penyimpanan air. Tanah yang memiliki kadar lengas tinggi baik digunakan sebagai lahan pertanian. Sedangkan tanah yang memiliki kadar lengas rendah untuk mengatasinya digunakan musia untuk mengurangi penguapan, sehingga kadar lengasnya dapat dipertahankan.
V. KESIMPULAN
1. Kadar lengas adalah kandungan uap air yang terdapat dalam pori tanah
2. Manfaat kadar lengas adalah mengetahui kebutuhan air untuk persawahan dan proses irigasi, mengetahui kemampuan jenis tanah mengenai daya simpan air , dan perhitungan Nilai Perbandingan Dispersi (NPD)
3. Faktor yang mempengaruhi kadar lengas tanah yaitu iklim, kandungan bahan organik, fraksi lempung tanah, topografi, dan adanya bahan penutup tanah (organik maupun anorganik)
4. Nilai kadar lengas untuk Ø0,5 mm ,Ø 2mm, dan tanah bongkah, masing – masing jenis tanah berbeda, pada tanah Alfisol 8,62% , 9,01%,7,23%, Entisol 1,41%, 1,85%, 1,98%, Vertisol 11,59%,10,702%,11,46%, Rendzina 13,27%, 13,20%, 13,16%, dan Ultisol 13,59% , 8,98%, 10,3%.
DAFTAR PUSTAKA
Bridges,E.M.1979. World Soils. Cambridge Univ.Press.Cambridge,New York.
Hillel,D.1983.Fundamental of Soil Physic.Academic Press.New York.
Kelly,J.F.2002. Holticultural crops as sources of protein and amino acids.Hortsci 7:11-13.
Mukhid,S.2010.Pengaruh Pemberian Lapisan Lempung Terhadap Peningkatan Lengas Tanah Pada Lahan Berpasir. Info Perpustakaan : Jurnalsaint dan Teknologi Diakses tanggal 9 Maret 2011.
Notohadiprawiro,T.2006. Pendayagunaan Pengelolaan Tanah untuk Proteksi Lingkungan.
Jurnal Ilmiah STTL 4:11-26.
Yong,R.N and B.P Warkentin.1975. Soil Properties and Behaviour. Elsevier, Amsterdam.