Saturday, 17 October 2015

KARAKTERISTIK GULMA



PROTEKSI TANAMAN
Tindakan mencegah kerusakan/gangguan yang dapat mengurangi hasil/produksi tanaman : Kualitas & Kuantitas
(tidak merusak lingkungan)
-          Biotik
-          Abiotik
Gulma » OPT » Berupa Tumbuhan
Pendekatan materi I Gulma :
Gulma nya : arti, peran, klasifikasi, biologi
Cara Pengendalian : preventif, pengelolaan-terkendali

Arti Gulma
  1. Tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan
  2. Tumbuhan yang kompetitif dan agresif
  3. Tumbuhan liar yang tumbuh subur
  4. Tumbuhan yang tahan diberantas/dikendalikan
  5. Sering tersusun dalam jumlah besar
  6. Tumbuhan yang tidak berguna,tidak diinginkan dan tidak disukai
  7. Tumbuhan yang merugikan atau membahayakan manusia,hewan dan tanaman budidaya
  8. Tumbuhan yang tumbuh spontan dan tidak dibudidayakan
  9. Tumbuhan yang potensi reproduksinya tinggi
  10. Tumbuhan yang tidak sedap dipandang

PERAN GULMA : TUMBUHAN YANG MUNCUL SETELAH TUMBUHAN SEBELUMNYA MUSNAH

- peran merugikan
- peran menguntungkan

MERUGIKAN :
1. Menurunkan hasil tanaman melalui persaingan air,hara, CO2,cahaya dan alelopati
2. Mempersulit pemeliharaan tanaman misalnya dalam pemupukan
3. Menghambat aliran air irigasi
4. Mengurangi persediaan air waduk melalui transpirasi
5. Mengurangi kapasitas waduk untuk menyimpan air karena pendangkalan oleh massa gulma

MENGUNTUNGKAN:
1. Penutup tanah (pelindung erosi dan penyubur tanah)
2. Inang pengganti bagi serangga dan patogen
            misal : Amaranthus sp. & Lantana sp.
                            inang jamur Rhizoctonia solani & Corticium salmonicolor
                            Ageratum sp. Inang
3. Inang pengganti bagi predator dan parasitoid
4. Perangkap (Trap plant) bagi nematoda
5. Penghalang nematoda
6. Bahan pangan (krokot,bayem)
7. Tanaman obat (tempuyung,akar alang-alang)
8. Tanaman hias (eceng gondok,Lantana sp.)

Klasifikasi Gulma
Tempat tumbuh :
                                    - Darat
                                    - Air
                                    - Tanaman lain (parasit)
Daur Hidup :
                                    - Setahun/Semusim ( Anual)
                                    - 2 Tahun/Dwi musim (Bienial)
                                    - Tahunan

Cara Berkembang Biak :
                                    - Biji ( generatif )
                                    - Bagian tanaman ( vegetatif )
Morfologi :
                                    - Daun lebar
                                    - Rumputan
                                    - Teki-tekian

   Gulma semusim : gulma yang umurnya kurang dari 1 tahun, berkembang dengan biji, pertumbuhannya cepat, berproduksi tinggi.  Setelah biji masak biasanya gulma akan mati ( Amaranthus sp., Ageratum conyzoides, Cyperus compressus )
   Gulma Dwi musim : berumur 1-2 tahun. Tahun pertama tumbuh vegetatif, tahun berikutnya membentuk organ generatif. Banyak tumbuh di daerah 4 musim
   Gulma Tahunan : umurnya lebih dari 2 tahun, umumnya berkembang biak secara vegetatif, vegetatif & generatif. Organ perkembangbiakan vegetatif yaitu akar, rimpang, umbi, stolon (dikendalikan dengan pengolahan tanah → terpotong-potong

   Rumputan ( Grasses )
v  Famili :  Graminae
v  Dari yang paling kecil, berumpun, tegak, menjalar    
v  Batang beruas-ruas, daun melekat pada ruas dan berselang-seling antara 2 baris
v  Daun terdiri : pelepah daun, helai daun yang tipis, sempit, memanjang, sejajar dengan tulang-tulang daun
v  Tumbuh di lahan kering maupun tergenang

   Tekian ( Sedges )
v  Famili : Cyperaceae
v  Batang bersegi
v  Daun tidak berpelepah
v  Teki tahunan memiliki umbi dan atau rimpang
v  Lebih menyukai air kecuali Cyperus rotundus

   Daun Lebar ( Broadleaf Weeds )
v  Famili : Monokotil, Dikotil, Paku-pakuan
v  Struktur daun melebar
v  Bunga : majemuk & tunggal

Karakteristik Gulma
Sifat-sifat Gulma :
  • Gulma agresif/merugikan ( Noxious Weed )
  • Gulma lunak ( Soft Weed )

Gulma agresif/merugikan ( Noxious Weed)
ü  Pertumbuhan vegetatif cepat
ü  Menghasilkan organ perkembangbiakan (biji) cepat & efisien
ü  Kemampuan hidup besar (karena toleran pada keadaan yang minimal dan atau menghasilkan substansi beracun/alelopati)
ü  Memiliki organ perkembangbiakan yang dorman atau didorong menjadi dorman (istirahat)
ü  Menekan pertumbuhan tanaman meskipun pada kerapatan rendah

Dormansi (masa istirahat)
   Penyebab : Fisiologis & Fisik
   Masa/waktu dormansi biji berbeda-beda
   Mematahkan dormansi :
ü  Penyiangan berkali-kali
ü  Perlakuan fisik (biji digosok/dilukai, direndam air panas/kemikalia, menghilangkan pulp/lendir dll)

Alelopati
   Pengertian :
§  Bonner (1950) ð substansi beracun
§  Tukey (1969) dan Numata (1977) ð Allelopathy
§  Eussen (1977), Wani Djatmiko (1978) ð zat penghambat pertumbuhan
   Karakter :
            Leopold & Kriedmann (1975) ð sebagian besar tidak dikenal atau sukar diisolasi
   Zat yang sudah terdeteksi :
§  Asam absisi
§  Coumarin (menghalangi pembelahan sel akar)
§  Senyawa cyanogen
§  Asam phenol (mendorong ketidakaktifan hormon pertumbuhan ð menekan pertumbuhan)
§  Terpen
§  Flavinium
§  Asam cinamis
§  Glycosida
           
   Cara berpengaruh :
§  Memperlambat penyerapan hara
§  Menghambat pembelahan sel
§  Menghambat aktifitas fotosintesa
§  Berpengaruh terhadap respirasi
   Pelepasannya :
§  Pencucian selama hujan
§  Pembusukan
§  Penguapan
Alelopati pada Chromolaena odorata :
   Bunga dan daun
§   Asam palmitat
§  Asam linoleat
§  2,6-dimetosi fenol
   Batang & akar
§  Etilhidrazin oksalat
§  Asam palmitat

Penyebaran spesies gulma:
   Tanah baru diolah/dikerjakan : Didominasi gulma semusim
   Tanah lama ditanami : Didominasi gulma tahunan
   Dataran tinggi : beraneka ragam jenisnya & jumlah individunya sedikit
   Dataran rendah : jenis tidak banyak dan jumlah individu melimpah