Saturday, 17 October 2015

RENUNGAN HARIAN

DITANGAN YANG BAIK

Suatu kali saya harus dioperasi karena radang usus buntu. cukup tenang saya menjalaninya karena sebagai orang yang terlibat saya kenal. Ahli biusnya teman dekat saya. kepala perawatnya juga. mereka merekomendasikan dokter yang sama untuk operasi itu. saya percaya kasus saya berada ditangan yang baik. Benar saja. Operasi berlangsung dengan lancar: meskipun perut saya kini dihiasi bekas luka sepuluh jahitan, toh kondisi tubuh saya kian membaik dan pulih. Kepercayaan kepada tim dokter memberi ketenangan dalam menjalani operasi; terlebih lagi kepercayaan kepada Yesus, Imam besar agung kita! Yesus dapat berempati dengan segala kelemahan manusia. Dia turut merasakan kelemahan kita karena Dia juga pernah dicobai sama seperti kita. Hanya bedanya, kita serba gagal mengatasinya; Dia menang telak atas segala pencobaan itu! dan, Dia menyediakan kemenangan itu bagi kita yang percaya, agar kita memperoleh pertolongan dalam menghadapi kelemahan hidup. Bukankaah hal ini-bahwa kita berada ditangan yang baik-selayaknya membangkitkan ketentraman yang besar bagi kita dalam menjalani hidup ini?

Lalu, kenapa kita lebih mudah cemas dan kalut? bisa jadi kita belum betul-betul meresapi peran Yesus sebagai imam besar ini. kita lebih sering membayangkan, untuk menerima pertolongan Tuhan, kita mesti memenuhi syarat moral yang tinggi yang sesungguhnya mustahil kita genapi. Tidak pahamkah kita bahwa Yesus sudah menggenapi segala syarat itu bagi kita, dan kita tinggal menerimanya dalam iman?

Sumber: ARS/Renungan Harian