Friday, 16 October 2015

RENUNGAN HARIAN

STOP MARAH

Suatu batang pohon dapat diolah menjadi jutaan batang korek api. Sebaliknya, satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon. jadi satu pikiran negatif dapat membakar sekian banyak pikiran positif. Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak; tidaklah mengherankan jika ketika ada gesekan kecil saja, si korek api mudah terbakar: berbeda dengan manusia: kita mempunyai kepala dan juga otak, maka kita tidak lekas terbakar amarah hanya karena persoalan sepele.Rasul Yakobus menggambarkan salah satu kecenderungan umum manusia. mereka ingin orang lain mendengarkan perkataan mereka, namun mereka enggan menyimak baik-baik perkataan orang lain. Mereka cepat berkata-kata, cepat mengambil kesimpulan- yang biasanya salah karena terburu-buru- dan cepat marah. Yakobus memperingatkan kita, agar belajar untuk mengendalikan diri dan menjauhi kecenderungan buruk itu. Kita perlu berfikir baik-baik sebelum berkata-kata, dan juga tidak gampang marah. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Tuhan dan malah menjadikan ibadah kita sia-sia.
 

Kita tentu pernah menghadapi pergesekan atau situasi yang tidak menyenangkan. Namun, kita tidak perlu lekas-lekas marah, bukan? Amarah menetap dalam dada orang bodoh (pkh 7:9). kemarahan pada akhirnya mendatangkan kejahatan. Belajarlah mengendalikan amarah dan meninggalkan panas hati. Dengan berserah sepenuhnya pada pimpinan Roh Kudus, buah Roh-yaitu penguasaan diri-akan nyata dalam kehidupan kita.

Sumber: Renungan Harian, Yayasan Gloria