Thursday, 15 October 2015

BERTINDAK MESKI BERESIKO

1 Raja-raja 18:1-15 
 
Keberanian-ah, betapa sulit menemukan keberanian pada masa-masa sukar seperti ini. mengapa? keberanian mengandung resiko bagi orang yang melakukannya. akibatnya, tidak banyak orang yang berani menyatakan kebenaran ditengah-tengah ketidakbenaran karena tindakannya itu bisa jadi mendatangakan resiko yang merugikan atau membahayakan, bahkan mungkin membunuhnya. Obaja kepala istana kerajaan israel utara adalah orang yang berani mengambil resiko dalam situasi yang sulit. Dia sungguh-sungguh takut akan Tuhan, tetapi disisi lain, ia melayani seorang raja, yaitu ahab, yang menentang Tuhan. Ratu izebel, istri ahab hendak melenyapkan nabi-nabi Tuhan. Tetapi, secara diam-diam, Obaja menentang rencana tersebut dan ia menyembunyikan seratus nabi Tuhan dalam gua, serta mengurus makanan dan minuman mereka (ay 3-4). Tindakan obaja ini sungguh berani, apalagi mengingat obaja adalah orang biasa, bukan nabi! ia berani mengambil resiko: bila tindakannya ketahuan, ia pasti dibunuh oleh Izebel!
Tidak sedikit orang percaya ditempatkan Tuhan dalam posisi yang tidak sejalan dengan imannya. kita mungkin bekerja diperusahakan yang menghalalkan praktik-praktik kecurangan. Apakah kita berani menjunjung kekudusan ditengah lingkungan yang membiarkan dan melegalkan pelanggaran hukum? keputusan untuk hidup dalam kebenaran mungkin membawa kita pada situasi yang tidak kita harapkan. Tetapi, hidup dalam ancaman resikopun tidak akan merintangi Tuhan dalam menyatakan pembelaan-Nya.

Sumber : Renungan Harian Yayasan Gloria