Monday, 19 October 2015

MENGENAL SERANGGA



TAKSONOMI SERANGGA
Pengertian Taksonomi,Klasifikasi,Sistematika
Taksonomi adalah ilmu cara memberi nama suatu organisme
Klasifikasi adalah pengaturan individu dalam kelompok-kelompok,penyusunan kelompok kedalam sistem
Sistematika mencakup kedua istilah tersebut dan semua aspek lainnya dalam mempelajari organisme,hubungannya satu dengan yang lain dan sejarah evolusinya
Identikasi,dekripsi, pengumpulan data tentang contoh serangga yang diselidiki,juga pencarian pustaka mengenai serangga tsb seperti adaptasi,distribusi,dan macam tanaman inangnya termasuk kegiatan sehari-hari seorang taksonom.
Nama yang dipakai suatu spesies binatang adalah nama ilmiah yang terdiri dari nama genus,spesies dan nama penemu yang telah menemukan suatu spesies dalam susunan taksonominya.
Serangga termasuk dalam phylum Arthropoda. Arthropoda dibagi menjadi 3 sub phylum ialah Trilobita (sudah punah), Mandibulata dan Chelicerata. Klas Insekta(hexapoda) termasuk sub phylum mandibulata.
Diskripsi Phylum Arthropoda
Ciri-ciri khusus :
-          Tubuh beruas-ruas
-          Kaki beruas-ruas
-          Dinding tubuh (eksoskeleton) berchitin dan meruas-ruas
-          Alat mulut beruas dan dapat beradaptasi untuk cari makan
-          Rongga tubuh merupakan rongga darah (haemocoele)
-          Bernafas dengan permukaan tubuh,insang, trakhea atau paru-paru
-          Alat pencernaan makanan berbentuk tabung,terletak di epanjang tubuhnya
-          Alat pembuangan melalui pipa panjang di rongga tubuh
Klas Insekta/serangga
Ciri-ciri khusus :
-          Tubuh terbagi menjadi 3 bagian : kepala-thoraks-abdomen
-          Mempunyai sepasang antena
-          Kaki 3 pasang
-          Sayap 1-2 pasang
-          Alat mulut terdiri atas : sepasang mandibulata(rahang), sepasang maxilla (terletak di belakang rahang), labium(bibir), hypopharinx (lidah)
Klas Insekta dibedakan menjadi 2 subklas :
1. Sub Klas Apterygota,ciri-cirinya :
-          Merupakan serangga primitif ukuran kecil
-          Tidak bersayap sejak nenek moyang
-          Mempunyai alat tambahan seperti style pada ujung abdomen
-          Metamorfose sederhana (ametabola)
      2. Sub Klas Pterygota,ciri-cirinya :
-          Umumnya bersayap,adapula yang tidak sejak nenek moyang
-          Tidak mempunyai alat tambahan seperti style
-          Metamorfose sederhana – sempurna (metabola)

Diskripsi Ordo- Ordo Penting
1.      Ordo odonata (odonata = bergigi),golongan capung
Ciri-ciri : Ukuran tubuh sedang sampai besar,antene pendek dan kaku,abdomen panjang dan ramping. Tipe alat mulut penggigit pengunyah,sayap seperti selaput dan mempunyai banyak vena.
Habitat : Nimfa hidup di air dan dewasa hidup di darat/udara bebas dengan makanan yang berbeda antara nimfa dan dewasa.
Perilaku : Setelah beberapa kali ganti kulit di air,nimfa instar terakhir akan merayap keluar dari air,memecahkan kulit yang terakhir dan mulai hidup di udara.
Peranan : Nimfa dan dewasa sebagai predator serangga dan binatang kecil lainnya.
2.      Ordo Orthoptera (Ortho=lurus,ptera=sayap),belalang,jangkrik
    Ciri-ciri : Ukuran tubuh sedang sampai besar. Ada yang bersayap                 
    ada yang tidak. Yang bersayap mempunya dua pasang. Sayap       
    depan panjang menyempit,banyak vena,menebal seperti kertas
sayap belakang membraneus,melebar dan banyak vena. Alat mulut penggigit pengunyah. Betina umumnya mempunyai ovipositor yang berkembang baik. Jantan ada yang mempunyai alat penghasil suara yang terletak di tibia atau abdomen.
Habitat : Di areal pertanaman budidaya atau di lingkungan sekitar rumah.
Perilaku : Beberapa jenis jantan bisa menghasilkan suara dengan mengosokkan sayap depan atau kaki belakang dengan tegmina. Biasanya untuk menarik lawan jenisnya.
Induk ada yang meletakkan telur dengan cara menyisipkannya diantara jaringan tanaman,di dalam tanah,di ranting tanaman dengan dilindungi busa atau dalam kantung di tempat-tempat yang tersembunyi. Ada jenis betina yang membunuh jantannya setelah melakukan perkawinan misalnya belalang sembah.
Peranan : Sebagian besar sebagai perusak tanaman,beberapa sebagai perusak bahan simpanan,tetapi ada juga yang berperan sebagai predator.

3.  Ordo Hemiptera (hemi=setengah,ptera=sayap),kepik,kepinding
Ciri-ciri : Tubuh pipih ukuran sangat kecil sampai besar. Yang bersayap pada bagian pangkal sayap menebal sedangkan ujungnya membraneus. Antena panjang, alat mulut tipe pencucuk penghisap yang munsul dari depan kepala.
Habitat : di air,darat, beberapa bersifat parasit di vertebrata
Perilaku :  Nimfa dan dewasa pemakan tanaman akan memilih bagian tanaman yang muda dan segar seperti tangkai,daun muda,pucuk, buah muda ataupun akar. Kerusakan tanaman dirasakan bila populasi kepik besar. Ada yang bila diganggu akan mengeluarkan bau tidak enak.
Peranan : Ada yang bersifat sebagai hama,predator ataupun vektor penyakit.

4. Ordo Homoptera (homo=seragam,ptera=sayap),kutu,wereng
Ciri-ciri : tubuh kecil sampai besar. Yang bersayap mempunyai dua pasang sayap, sayap depan seragam seperti selaput atau sedikit menebal,sayap belakang juga seperi membran. Saat istirahat sayap tersusun seperti genting di atas tubuh. Antena pendek seperti bulu keras atau lebih panjang berbentuk filiform,tipe alat mulut pencucuk penghisap yang muncul dari belakang kepala.
Habitat : umunya di berbagai pertanaman dengan kondisi lembab.
Perilaku : Bila diganggu mempunyai gerak yang khas yaitu ke arah samping dan menuju ke bagian tanaman. Merupakan pelompat ayang baik.
Peranan : kebanyakan berperan sebagai hama dan sebagian sebagai vektor penyakit.

5. Ordo Coleoptera (Coleo=sarung pedang, ptera=sayap)
Ciri-ciri : Sayap depan,keras, menanduk tidak ada vena-venanya, berfungsi sebagai pelindung. Sayap belakang membraneus dan melipat di bawah sayap depan pada waktu istirahat. Ukuran tubuh kecil sampai besar. Larva dan dewasa mempunyai alat mulut bertipe penggigit pengunyah, ada yang mempunyai seperti cucuk(rostrum)kadang-kadang untuk penetrasi ke jaringan tanaman. Larva tidak mempunyai kaki abdominal,umumnya 3 pasang kaki thorakal.
Habitat : hidup di berbagai ekosistem
Peranan : sebagian bertindak sebagai hama,larva umumnya merusak akar. Sebagian sebagai predator.

6. Ordo Lepidoptera (lepido=sisik,ptera=sayap)
Kupu-kupu,ngengat,ulat
Ciri-ciri : Sayap 2 pasang, tertutup bulu dan sisik. Antena agak panjang,mulut pada larva bertipe penggigit pengunyah dan pada dewasa penghisap. Ukuran tubuh kecil sampai besar. Ngengat mempunyai sayap yang tidak begitu menarik,kupu-kupu bersayap menarik. Larva Lepidoptera dikenal dengan ulat.
Habitat : di berbagai pertanaman
Perilaku : Ngengat aktif terbang pada malam hari,sedang kupu-kupu pada siang hari. Antena berfungsi sebagai indra pencium dan digunakan untuk mencari pasangan. Biasanya betina akan mengeluarkan wewangian umtuk menarik jantan menjelang perkawinan. Dan jantan mampu mengenali bau wewangian tersebut yang jauhnya hingga 1,5km. Jantan akan mengikuti bau tersebut. Ulat biasanya menghasilkan benang-benang yang digunakan untuk berpindahn dari tanaman satu ke tanaman lainnya atau untuk memintal kokon menjelang fase pupa.
Peranan : Hampir semua larva Lepidoptera bersifat sebagai hama tanaman. Dewasa pemakan sari bunga dan membantu dalam penyerbukan tanaman

7. Ordo Diptera (di=dua, ptera=sayap),golongan nyamuk,lalat
Ciri-ciri : Ukuran tubuh sangat kecil sampai sedang. Sayap ada sepasang yang merupakan sayap depan sedang sayap belakang mereduksi menjadi halter yang berfungsi sebagai alat keseimbangan. Alat mulut bertipe penjilat dan pencucuk penghisap. Larvanya disebut magot,set atau singgat,tanpa kaki,kepala kecil tubuh halus tipis.
Habitat : Hidup di berbagai habitat,magot menyukai tempat yang lembab,jaringan tanaman atau dalam tubuh serangga lain. Dewasa hidup bebas.
Peranan : Magot ada yang bertindak sebagai hama atau parasit serangga lain.Dewasa sebagai pemakan madu (nektar),penyerbuk dan sebagai predator

8. Ordo Hymenoptera (hymeno=selaput,ptera=sayap)golongan lebah,tabuhan,tawon,semut
Ciri-ciri : Ukuran tubuh sangat kecil hingga besar.Sayap 2 pasang seperti selaput,bervena sedikit,untuk yang berukuran sangat kecil hampir tidak mempunyai vena, sayap depan lebih besar daripada belakang. Antena 10 ruas atau lebih. Tipe alat mulut penggigit pengisap. Betina umumnya mempunyai ovipositor yang berkembang baik,beberapa jenis ovipositornya mengalami modifikasi menjadi alat penyengat untuk mempertahankan diri.
Habitat : Dewasa ditemukan di berbagai habitat,sebagian dijumpai pada bunga-bunga atau di pertanaman,beberapa hidup di tanah atau di dalam tubuh serangga lain
Perilaku : Ada yang membangun sarang dalam tanah,di pepohonan atau di sekitar rumah. Jenis yang larvanya pemakan tanaman biasanya induknya meletakkan di dalam atau pada tanaman, untuk jenis parasit,telur diletakkan di dalam atau tubuh inang. Ada yang meletakkan telur di sarang.
Peranan : Umumnya sebagai predator atau parasit serangga,sebagian membantu penyerbukan bunga dan penghasil madu