Wednesday, 14 October 2015

LAPORAN PRAKTIKUM AGRONOMI

TIPE PERKECAMBAHAN

Tujuan : Untuk mengetahui tipe perkecambahan dari beberapa benih tanaman dan untuk mengetahui proses perkecambahan pada masing-masing tipe perkecambahan.

Alat dan bahan : Polybag, tanah, benih jagung, benih kacang hijau, benih padi, benih kacang tanah.

cara kerja :
1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. isi kantong polybag dengan tanah dan disiram sedikit dengan air supaya tanah menjadi lembab.
3. tanam benih pada polibag, masing-masing polybag ditanam benih jagung, kacang hijau, padi, dan kacang tanah. dimana jumlah polybag ada 28 sebagai pengamatan.
4. amati 1 hari setelah penanaman dan diamati setiap hari sampai hari ke 7.
5. pengamatan dilakukan dengan melihat benih yang berkecambah setiap harinya, kemudian digambar dalam label pengamatan.
data yang diperoleh diserahkan kepada pembimbing untuk disetujui sebagai pembuatan laporan resmi.

HASIL PENGAMATAN

PEMBAHASAN

perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembanaan embrio. pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar. permulaan kehidupan tumbuhan terjadi karena pertumbuhan radikal (calon akar) dan planula (calon batang). tumbuhan yang masih kecil belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat pada kotiledon sudah dapat dicerna dan diserap embrio sebelum biji masak. Pertumbuhan aktif oleh embrio benih menghasilkan pecahnya mantel atau pelindung biji dan munculnya tanaman baru.


melihat perkecambahan pada benih. diketahui ada dua macam tipe perkecambahan yaitu epigeal dan hipogeal. perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang dibawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas tanah. misalnya pada kacang hijau dan kacang tanah. perkecambhan hipogeal adalah perkecambahan apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epicotile) sehingga daun lembaga ikut tertarik keatas tanah, tetapi kotiledon tetap dibawah tanah. misalnya pada jagung.

metabolisme perkecamabahan dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih, melunaknya kulit benih dan hidrasi potoplasma kemudian dimulai dengan kegiatan enzim dan sel serta naiknya tingkat respirasi benih, lalu terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak dan protein, menjadi bentuk-bentuk yang terlarut dan ditranslokasikan ketitik tumbuh. asimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraiakan tadi didaerah meristematik untuk menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan sel-sel baru. pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran, dan pembagian sel-sel pada titik tumbuh.

dilihat dari perkecambahan pada masing-masing benih, hasil pengamatan menunjukan bahwa proses perkecambahan dari hari pertama setelah penanaman sampai hari ke 7 benih telah mengalami proses-proses perkecambahan dari aktifnya embrio yang akan membentuk akar primer dan tumbuhnya plumula (calon daun) yang dilindungi coleoptile pada tanaman jagung dan padi (hipogeal). epicotil pada tanaman kacang hijau dan kacang tanah (epigeal) ketika plumule sudah terbentuk sempurna tanaman dapat berfotosintesis untuk mempertahankan pertumbuhannya.

KESIMPULAN          
dapat disimpulkan bahwa fungsi utama tadangan makanan dalam biji adalah memberi makanan pada embrio maupun tanaman yang masih muda sebelum tanaman tersebut mampu memproduksi zat makanannya sendiri. tipe perkecambahan ada 2 yaitu epigeal dan hipogeal.